BeritaIDN, PACITAN – Ratusan proyek jalan lingkungan di Kabupaten Pacitan belum mulai dikerjakan hingga awal Juni 2026. Kenaikan harga material membuat Pemerintah Kabupaten Pacitan harus menyesuaikan ulang perencanaan dan standar harga pekerjaan.
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Pacitan menyebut kondisi tersebut berdampak pada jadwal pelaksanaan proyek yang sebelumnya ditargetkan berjalan lebih awal.
Kepala Disperkimtan Pacitan, Heru Tunggul Widodo, mengatakan perubahan harga material memaksa pemerintah daerah menghitung ulang pekerjaan yang sebelumnya telah selesai direncanakan.
“Terjadi perubahan standar harga karena ada kenaikan harga material. Perencanaan yang sebelumnya sudah selesai akhirnya harus dihitung dan direncanakan ulang,” ujar Heru, Selasa (2/6/2026).
Semula, Disperkimtan menyiapkan sekitar 280 paket pekerjaan jalan lingkungan dengan total anggaran sekitar Rp29 miliar. Namun, jumlah paket diperkirakan berkurang setelah evaluasi dilakukan.
Sebagian pekerjaan akan digabung melalui skema konsolidasi. Pekerjaan sejenis dengan lokasi berdekatan akan dikerjakan dalam satu kontrak.
“Kalau ada pekerjaan yang sejenis seperti pavingisasi untuk jalan lingkungan RT 1 gang sana sama RT 3 gang sini tapi masih jadi satu wilayah di RW 11, itu kan seharusnya butuh 2 CV, tapi karena digabung jadi satu, pekerjaan yang sama dan berlokasi berdekatan, nah pekerjaannya dibarengkan dengan CV yang sama tersebut,” katanya.
Selain memengaruhi jumlah paket, kenaikan harga material juga berdampak pada volume pekerjaan. Panjang pekerjaan yang direncanakan bisa berkurang, sementara nilai anggaran tetap.
“Bisa jadi volumenya menyesuaikan. Misalnya yang awalnya direncanakan 100 meter menjadi sekitar 75 meter. Tetapi nilai anggarannya tetap,” jelasnya.
Heru mengakui, bila tidak ada perubahan harga material, pekerjaan fisik seharusnya sudah dimulai sejak Maret atau April lalu. Namun, penyesuaian harga membuat jadwal pelaksanaan mundur.
Meski begitu, Disperkimtan memastikan tidak ada proyek jalan lingkungan yang dibatalkan. Seluruh kegiatan yang telah masuk APBD 2026 tetap dilaksanakan.
“Insyaallah tidak ada pembatalan. Yang ada hanya penyesuaian volume pekerjaan karena menyesuaikan harga material,” tegasnya.
Saat ini, Disperkimtan masih menyelesaikan penyesuaian harga dan perencanaan ulang. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada Juni hingga Juli.
“Kalau prosesnya lancar, Juni sampai Juli ini sudah mulai dilaksanakan. Harapannya sebelum pembahasan Perubahan (PAK) pekerjaan sudah berjalan,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat bersabar menunggu pelaksanaan proyek.
“Kalau sudah masuk APBD, insyaallah tetap dilaksanakan. Ini hanya persoalan waktu karena harus menyesuaikan kondisi yang ada,” pungkasnya. (*)












