BeritaIDN, PACITAN – Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil yang hingga kini belum menyentuh 50 persen dari target tahunan.
Meski demikian, DPRD menilai capaian pendapatan tidak dapat diukur secara merata setiap bulan karena terdapat momentum tertentu yang memengaruhi besaran penerimaan daerah.
“Proses penghitungan pendapatan daerah tentu tidak bisa serta merta dari 100 persen per tahunnya lalu dibagi sama tiap bulannya. Jadi tidak bisa kalau tiga bulan harus sudah mencapai 25 persen. Ada waktu-waktu tertentu dimana pendapatan daerah itu masuk dan nilainya tidak sama setiap bulan,” kata Arif, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, realisasi PAD memiliki karakter berbeda di tiap sektor. Beberapa OPD mengalami lonjakan penerimaan pada momen tertentu, sehingga evaluasi tidak bisa hanya didasarkan pada persentase bulanan semata.
Kendati begitu, DPRD tetap meminta perkembangan PAD di masing-masing OPD penghasil terus dikawal agar target pendapatan daerah tetap tercapai.
“Namun demikian, tentu data fakta yang berjalan terus dikawal, dicermati dan dievaluasi agar pendapatan bisa melampaui target,” ujarnya.
Arif menegaskan, target PAD Kabupaten Pacitan tahun 2026 telah disusun secara realistis berdasarkan dokumen perencanaan daerah, termasuk RPJMD yang menjadi acuan pembangunan.
“Target yang disusun sudah realistis berdasarkan dokumen RPJMD yang menjadi acuan perencanaan,” imbuh politisi Partai Demokrat tersebut.
DPRD Pacitan juga tetap optimistis target PAD tahun ini dapat tercapai. Capaian tahun sebelumnya yang mampu melampaui target disebut menjadi modal optimisme pemerintah daerah di tengah tantangan fiskal.
“Kami bekerja dengan optimis. Capaian PAD tahun lalu yang melampaui target menjadi semangat bagi pemerintahan daerah bahwa dalam kondisi keuangan yang tidak mudah, tahun ini target tetap bisa kita amankan,” pungkasnya. (*)












