BeritaIDN, PACITAN – Kerusakan Jalan Prof. Dr. Moestopo di Desa Mentoro, Kecamatan Pacitan, disebut mulai berdampak pada mata pencaharian warga. Seorang penjual lotek di Dusun Duduhan menutup usahanya setelah debu jalan terus mengotori makanan dagangan.
Runtami (57) mengaku berhenti berjualan lotek dan minuman sejak sekitar tiga tahun terakhir. Debu dari jalan rusak dinilai sudah tidak memungkinkan untuk mempertahankan usaha makanan.
“Dulu saya jualan lotek dan minuman segar, tapi sudah sekitar tiga tahun ini berhenti. Debunya itu tidak bisa ditahan, masuk semua ke makanan,” kata Runtami, Kamis (11/6/2026).
Menurut warga, ruas jalan penghubung Mentoro–Pagutan telah rusak sekitar tujuh tahun. Dalam dua tahun terakhir, kondisi disebut semakin parah dan memunculkan debu tebal saat kendaraan melintas.
Suami Runtami, Mulyono (68), mengatakan debu dari jalan kini menjadi gangguan harian warga sekitar.
“Sudah tujuh tahun rusak. Tapi dua tahun terakhir ini paling parah, debunya luar biasa,” ujarnya.
Ia mengaku harus menyiram jalan di depan rumah setiap pagi dan sore untuk mengurangi debu yang masuk ke rumah.
Debu disebut menempel di meja, perabot, hingga ruang dalam rumah. Warga juga mengeluhkan dampaknya terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Bagi Runtami, berhentinya usaha lotek berarti hilangnya salah satu sumber penghasilan keluarga.
“Kalau dilanjutkan tidak bisa, debunya masuk ke makanan semua,” tuturnya.
Warga berharap perbaikan jalan dilakukan menyeluruh agar dampak terhadap aktivitas ekonomi dan kesehatan tidak terus berlanjut. (*)












