BeritaIDN, PACITAN – Pengendara di Kabupaten Pacitan mulai kesulitan mendapatkan Pertalite tanpa harus mengantre panjang setelah harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026.
Dampaknya, antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama pada jalur Pertalite.
Pantauan di sejumlah SPBU pada Jumat (12/6/2026), antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak lebih padat dibanding hari biasa. Salah satu titik yang mengalami lonjakan antrean terlihat di SPBU Mentoro.
Kendaraan berjejer di jalur pengisian Pertalite dengan waktu tunggu yang lebih lama dari biasanya. Situasi ini membuat suasana SPBU yang umumnya relatif lengang berubah menjadi lebih ramai.
Salah seorang pengendara, Umi Fahma (25), warga Kecamatan Pacitan, mengaku harus berkeliling mencari SPBU yang antreannya lebih pendek. Namun, hampir semua lokasi yang didatangi tetap dipadati kendaraan.
“Iya lumayan kesulitan. Biasanya lenggang, artinya tidak sebanyak saat ini yang antreannya,” ujar Umi.
Ia mengaku sempat berharap menemukan SPBU yang lebih sepi, tetapi antrean ternyata terjadi hampir merata.
“Saya sempat cari SPBU lain, tapi di mana-mana juga ramai. Jadi ya tetap harus antre juga,” katanya.
Menurut Umi, mengantre menjadi pilihan yang tak bisa dihindari. Sebab, membeli bahan bakar secara eceran dinilai lebih mahal dan ketersediaannya tidak selalu pasti.
“Ya akhirnya saya terpaksa ikut antre juga, soalnya kalau ngisi yang ecer itu lebih mahal dan kadang juga tidak ada,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengatakan lonjakan antrean mulai terlihat sejak sehari sebelumnya dan mencapai puncaknya pada Jumat.
“Kalau kemarin sudah mulai, tapi hari ini yang paling ramai,” ujarnya.
Ia menduga peningkatan antrean terjadi akibat sebagian konsumen Pertamax beralih menggunakan Pertalite setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
“Mungkin, kemungkinan pengaruh. Pengguna Pertamax itu beralih ke Pertalite,” katanya.
Kondisi tersebut, kata dia, juga terlihat dari menurunnya jumlah kendaraan yang mengisi Pertamax dibanding biasanya.
“Pertamax ini sepi, tidak seperti biasanya,” pungkasnya. (*)












