BeritaIDN, PACITAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mematok target cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebesar 46 persen dari total populasi penduduk pada tahun 2026.
Guna mengejar target nasional tersebut, Dinkes Pacitan resmi meluncurkan program CKG Sekolah yang diselaraskan dengan persiapan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026, Kamis (23/7/2026).
Pelaksanaan CKG Sekolah yang menyasar siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat tersebut dibatasi oleh tenggat waktu ketat. Seluruh rangkaian pemeriksaan di lingkungan sekolah ditargetkan rampung sebelum 25 September 2026 sesuai instruksi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Evaluasi terus kami lakukan terhadap capaian program ini. Melalui forum ini kami menyusun strategi percepatan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal hingga akhir tahun,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Daru Mustikoaji.
Integrasi Program CKG dan Imunisasi BIAS
Selain pemeriksaan fisik dasar, agenda pelayanan kesehatan anak sekolah ini diintegrasikan dengan pemberian imunisasi lanjutan melalui program BIAS 2026.
Siswa sasaran diproyeksikan menerima suntikan vaksin pencegah penyakit menular, meliputi Measles Rubella (MR), Diphtheria Tetanus (DT), hingga Human Papilloma Virus (HPV) untuk pencegahan kanker serviks pada siswi.
Daru menegaskan bahwa pemenuhan imunisasi rutin lengkap serta skrining kesehatan sejak dini menjadi prasyarat mutlak untuk menekan potensi morbiditas penyakit menular di lingkungan belajar.
Sinergi Lintas Sektor dan Lintas Instansi
Mengingat mepetnya tenggat waktu operasional di lapangan, Dinkes Pacitan menggalang kolaborasi lintas instansi. Pelaksanaan CKG Sekolah melibatkan Dinas Pendidikan Pacitan, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Kementerian Agama (Kemenag), hingga Dinas Sosial.
Dinkes juga menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas di wilayah Pacitan untuk berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah guna memetakan jadwal pemeriksaan agar tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar.
“Kerja besar ini tentu tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Dinas Kesehatan. Sinergi lintas sektor menjadi kekuatan utama agar seluruh sasaran dapat terlayani sebelum batas waktu yang ditentukan,” kata Daru. (*)












