BeritaIDN, PACITAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan melontarkan ajakan kolaborasi yang dikemas sebagai “tantangan” kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan.
Tantangan tersebut disampaikan untuk menggelar ajang kompetisi pendidikan bersama mulai dari tingkat SD/MI hingga SMP/MTs.
Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menegaskan tantangan ini bernilai positif untuk meningkatkan kualitas para pelajar.
“Kami menantang dalam hal yang positif. Menantang untuk bersama-sama mengadakan Porseni, baik di tingkat SD/MI maupun SMP/MTs,” ujar Khemal, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, penggabungan kompetisi antara sekolah umum dan madrasah akan menciptakan iklim persaingan yang jauh lebih kompetitif.
Siapkan Wadah Sains Hingga Robotik
Selain Porseni, Dinas Pendidikan Pacitan juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai ajang akademik maupun nonakademik lainnya.
Beberapa di antaranya meliputi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Olimpiade Sains Nasional (OSN), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), hingga ajang robotik.
Khemal menilai pengalaman bertanding di tingkat lokal sangat penting agar para siswa Pacitan siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kalau anak-anak Pacitan sudah terbiasa dengan iklim yang kompetitif, mereka tidak akan kaget lagi ketika bersaing dengan anak-anak dari kabupaten lain,” jelasnya.
Bukan Cuma Integrasi Madin
Saat disinggung mengenai kesiapan bersaing dengan lembaga di bawah Kemenag yang memiliki program integrasi Madrasah Diniyah (Madin), Khemal mengaku sangat optimistis.
Ia menegaskan bahwa pembangunan dunia pendidikan tidak hanya terbatas pada satu program semata.
Ajang bersama ini bakal menjadi alat ukur sekaligus evaluasi bagi peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.
“Berbicara pendidikan itu tidak hanya terbatas pada integrasi Madin. Kita ingin kolaborasi dari sisi keagamaan, seni, budaya, olahraga, sastra, sampai sains,” ucapnya.
Ia berharap Kemenag Pacitan menyambut positif ajakan ini agar penyelenggaraan event pendidikan ke depan dapat dieksekusi secara bersama-sama. (*)












