BeritaIDN, PACITAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pacitan menyatakan siap menerima tantangan dari Dinas Pendidikan Pacitan untuk mengadu kemampuan antar-pelajar sekolah umum dan madrasah dalam sebuah kompetisi.
Kesiapan tersebut ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kemenag Pacitan, Bambang Hadi Suptapto. Pihaknya mengaku tak ragu untuk bersaing secara sehat demi kemajuan dunia pendidikan di Pacitan.
“Pada prinsipnya tidak masalah, kami terima. Siap, siap menerima tantangan. Fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujar Bambang tegas, Jumat (31/7/2026).
Bambang menjelaskan bahwa selama ini Kemenag dan Dinas Pendidikan sebenarnya telah menjalankan kompetisi resmi skala nasional masing-masing, yakni Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) di naungan Kemenag dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bawah Dinas Pendidikan.
Namun, jika tantangan dari Dinas Pendidikan mengarah pada pembentukan ajang kompetisi baru berskala lokal Pacitan, Kemenag menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, wadah baru ini dapat menjadi sarana evaluasi dan pengukuran kemampuan siswa antar-lembaga.
“Kalau Pak Pandu (Kepala Dinas Pendidikan Pacitan) berinisiatif membuat event khusus Pacitan, kami welcome sekali. Kami siap ikut berkompetisi,” tuturnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Bambang mengaku telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, serta berencana melakukan pertemuan tatap muka langsung guna membahas konsep dan mekanisme acara.
“Tadi saya sudah menghubungi Pak Pandu. Kami siap berkoordinasi ke sana untuk membahas bentuk kegiatan, mekanisme, dan kapan pelaksanaannya. Semoga tidak terlalu lama,” imbuhnya.
Bambang menilai, selain kompetisi keagamaan seperti MTQ atau kejuaraan olahraga yang sudah berjalan, kompetisi akademik baru ini dipastikan bakal mempererat kolaborasi sekaligus mendongkrak kualitas pendidikan di Kabupaten Pacitan. (*)












