BeritaIDN, PACITAN – Isu pemerataan pendidikan dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi sorotan utama yang dibawa oleh Ibrahim Ramadhan Putra, pelajar asal Kabupaten Pacitan, dalam ajang kompetisi bergengsi Lomba Pidato AHY Muda 2026.
Siswa MA Al-Anwar Pacitan tersebut memilih fokus pada subtema “Pendidikan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia”, yang menjadi bagian integral dari tema besar kompetisi: “Bersama Rakyat, Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Merawat Demokrasi”.
melalui gagasannya, Ibrahim menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan formal di ruang kelas, melainkan kawah candradimuka dalam menempa karakter dan keterampilan generasi muda.
Dalam penyampaian pidatonya, Ibrahim menyoroti pentingnya akses belajar yang adil bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM secara nasional hanya dapat terwujud jika setiap anak di berbagai penjuru daerah mendapatkan hak dan kesempatan pendidikan yang setara.
“Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ujar Ibrahim melalui akun Instagram pribadinya, @ibrhmerpeel_, Minggu (16/8/2026).
Ia meyakini bahwa ketika akses dan mutu pendidikan mengalami peningkatan, maka secara otomatis kualitas manusia Indonesia akan terangkat, yang pada akhirnya membawa dorongan besar bagi kemajuan bangsa.
Tidak hanya menyoroti sisi peran pemerintah dan sistem pendidikan, Ibrahim juga memberikan pesan menohok bagi sesama rekan generasi muda.
Ia mengajak pemuda Indonesia untuk tidak bersikap pasif dan hanya berpuas diri menjadi penerus, melainkan harus tampil di garda depan sebagai agen perubahan.
“Sebagai generasi muda, kita tidak cukup hanya menjadi penerus. Kita harus menjadi generasi yang mau belajar, berani berinovasi, memiliki integritas, bertanggung jawab, serta mampu memanfaatkan ilmu dan teknologi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai pelajar yang tumbuh dan belajar di daerah, Ibrahim turut menyelipkan refleksi personalnya mengenai semangat pantang menyerah.
Bagi pelajar MA Al-Anwar ini, keterbatasan letak geografis maupun fasilitas bukanlah alasan untuk membatasi ruang mimpi dan prestasi.
“Dari Pacitan, saya belajar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dari pendidikan, saya belajar bahwa setiap mimpi membutuhkan ilmu, kerja keras, dan keberanian untuk mewujudkannya,” tuturnya penuh optimisme.
Keikutsertaan Ibrahim dalam ajang Lomba Pidato AHY Muda 2026 diharapkan dapat melipatgandakan motivasi bagi pelajar daerah lainnya untuk terus berani menyuarakan gagasan kritis demi pembentukan SDM unggul di Indonesia.
“Karena membangun Indonesia yang maju dimulai dari membangun manusia yang berkualitas,” tutup Ibrahim. (*)












