BeritaIDN, PACITAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Darsono Pacitan mengambil langkah proaktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di tingkat sekolah menengah. Bekerja sama dengan SMPN 2 Pacitan, pihak rumah sakit menggelar edukasi bahaya narkoba dan kenakalan remaja yang menyasar 90 siswa perwakilan kelas.
Kegiatan yang dihelat dalam rangka peringatan Hari Apoteker ini dirancang untuk membentengi pelajar dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan di masa transisi remaja.
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, Johan Tri Putranto, menekankan bahwa edukasi tentang ancaman zat adiktif harus ditanamkan jauh sebelum para pelajar berhadapan langsung dengan masalah tersebut.
“Anak-anak perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai kenakalan remaja dan bahaya narkotika. Harapannya mereka bisa mengenali risikonya dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam pergaulan,” tegas Johan, Kamis (24/9/2026).
Masa remaja dinilai sebagai fase krusial di mana institusi pendidikan memainkan peran sentral dalam membentuk karakter siswa. Menurut Johan, membekali pelajar dengan teori saja tidak cukup tanpa dibarengi kemampuan psikologis untuk menolak godaan dari lingkungan sekitar.
“Yang kita bangun bukan hanya pengetahuan tentang narkoba, tetapi juga kesadaran untuk memilih pergaulan yang sehat. Anak-anak harus berani mengatakan tidak ketika berhadapan dengan sesuatu yang bisa merugikan dirinya,” tambahnya.
Langkah turun ke sekolah ini, lanjut Johan, juga menegaskan komitmen RSUD dr. Darsono yang tidak hanya terpaku pada layanan pengobatan (kuratif), melainkan juga pencegahan (preventif).
“RSUD tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan. Edukasi dan upaya pencegahan juga penting, termasuk memberikan pemahaman kepada generasi muda agar mereka tumbuh sehat dan bisa mencapai prestasi,” paparnya.
Kegiatan edukasi ini dibuka secara kolaboratif oleh Kepala SMPN 2 Pacitan bersama Kepala Bidang Pelayanan Penunjang RSUD dr. Darsono, Siti Mariyam, S.KM., M.M.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, para siswa mendapat pembekalan langsung dari tenaga ahli di bidang farmasi klinis. Materi seputar pencegahan kenakalan remaja dikupas secara mendalam oleh Sad Widyastuti, S.Si., Apt., M.Clin.Pharm. Sementara itu, pemahaman spesifik mengenai jenis dan dampak mematikan dari narkotika dipaparkan secara gamblang oleh Nisrina Febri Maisun, S.Farm., Apt.
Alih-alih sekadar mendengarkan ceramah satu arah, puluhan pelajar SMPN 2 Pacitan tampak antusias berdiskusi dan berani menggali informasi lebih dalam pada sesi tanya jawab. Kegiatan edukasi kesehatan ini kemudian dipungkasi dengan penyerahan door prize sebagai bentuk apresiasi bagi para peserta. (*)












