DPRD Pacitan Ingin Festival Rontek Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Daerah

  • Bagikan
Ketua Komisi III DPRD Pacitan, Anung Dwi Ristanto. (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – DPRD Pacitan berharap Festival Rontek 2026 tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga mampu menjadi penggerak pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, masyarakat diajak bersama-sama menyukseskan sekaligus menjaga pelaksanaan festival yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Pacitan, Anung Dwi Ristanto, mengatakan Festival Rontek memiliki potensi besar untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menambah daya tarik wisata di Pacitan yang selama ini lebih dikenal melalui destinasi alam dan pantainya.

“Pacitan ini merupakan salah satu kabupaten dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Kita berada di ujung Provinsi Jawa Timur dengan kondisi geografis topografi pegunungan. Berkaitan dengan pengembangan pariwisata, sejauh ini kita bertahan pada alam, pantai, dan besar harapan budaya bisa mengikuti,” kata Anung, Kamis (25/6/2026).

Menurut dia, penyelenggaraan Festival Rontek yang rutin digelar dalam beberapa tahun terakhir perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas, tidak hanya sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan dan investor.

“Mudah-mudahan event itu terus bisa dikembangkan dan tentu bukan hanya sekadar dalam rangka menghibur masyarakat. Di sisi lain, mudah-mudahan itu juga bisa menarik investasi, menarik pariwisata, sekaligus mengenalkan budaya Rontek dalam ruang lingkup yang lebih luas,” ujarnya.

Baca juga :  Polisi Penggerak Ketahanan Pangan melalui Pemantauan dan Diskusi Bareng Petani di Pacitan

Anung menilai keberhasilan festival tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan pelaku usaha, insan pariwisata, dan masyarakat.

“Momentum itu harus bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Insyaallah di tahun ini akan kita selenggarakan di bulan Juli, mudah-mudahan momentum itu akan bisa menjadi momentum yang baik bagi kita dan bisa memberikan kontribusi terhadap perkembangan pariwisata di Kabupaten Pacitan,” katanya.

Ia mengungkapkan, tren kunjungan wisatawan ke Pacitan mulai menunjukkan peningkatan sejak 2025 dan terus berlanjut pada semester pertama 2026. Kondisi tersebut diharapkan semakin terdongkrak melalui penyelenggaraan Festival Rontek.

“Atas nama Komisi III, alhamdulillah perkembangan kunjungan pariwisata di Kabupaten Pacitan mulai tahun 2025 sudah mulai ada tren peningkatan, dan di tahun 2026 ini pada semester pertama juga sudah nampak ada peningkatan progres kunjungan yang baik dari target yang ditetapkan,” ungkapnya.

Menurut Anung, meningkatnya jumlah wisatawan akan membawa dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pedagang, hingga sektor jasa.

“Ketika makin banyak wisatawan datang, bukan hanya sekadar memberikan retribusi atau pendapatan asli daerah. Di sisi lain itu akan membuat pertumbuhan ekonomi makin baik, karena wisatawan yang hadir pasti berbelanja. Uang yang mereka keluarkan pasti beredar di masyarakat,” paparnya.

Baca juga :  Terminal Pacitan Siap Hadapi Arus Mudik, Puncak Lonjakan Diprediksi 28-29 Maret

Selain mendorong dampak ekonomi, DPRD juga meminta pelaksanaan Festival Rontek tahun ini terus dievaluasi agar penyelenggaraannya semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut mencakup penyesuaian jadwal, konsep kegiatan, hingga penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

“Evaluasi itu kan untuk menuju ke hal yang lebih baik. Di waktu yang lalu tentu ada kekurangan, tapi mudah-mudahan kali ini bisa lebih baik. Berkaitan dengan jadwal perlu disesuaikan dengan kondisi yang ada, ruang lingkup juga perlu disesuaikan, dan informasi kepada masyarakat bisa tersampaikan secara lebih luas,” ujarnya.

Anung mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga kondusivitas dan mendukung pelaksanaan Festival Rontek 2026 agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah.

“Pada intinya DPRD mengajak masyarakat mendukung Rontek kali ini. Kita harus tetap positif dengan satu filosofi, intinya kita harus bisa saling menjaga. Kalau kita tidak bisa saling menjaga maka akan berdampak tidak baik,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *