BeritaIDN, PACITAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pacitan menggelar kegiatan penindakan pelanggaran (dakgar) lalu lintas pada Senin (5/10/2026) pagi. Razia yang dipusatkan di Jalan WR Supratman Nomor 08, Kelurahan Sidoharjo tepatnya di depan Kantor DPC PDIP Pacitan ini menjaring 23 pengendara yang mayoritas berstatus pelajar SMA dan SMK.
Kasat Lantas Polres Pacitan, AKP Moch Angga Bagus Sasongko, menjelaskan bahwa operasi ini digelar sebagai langkah responsif atas masih banyaknya pelanggaran aturan jalan raya serta tingginya insiden kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pacitan dalam beberapa bulan terakhir.
“Berkaca dari banyaknya kejadian laka lantas, kita lakukan kegiatan penindakan. Total ada 23 tilang yang kami keluarkan, dengan pelanggar mayoritas dari kalangan anak sekolah, yakni SMA dan SMK,” ungkap AKP Angga, Senin (5/10/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas mendapati berbagai jenis pelanggaran kasatmata yang berpotensi membahayakan keselamatan berkendara.
Pelanggaran didominasi oleh pengendara yang abai mengenakan helm standar, motor yang dicopot spionnya, tidak memasang pelat nomor kendaraan, hingga modifikasi yang tidak sesuai spesifikasi teknis, seperti penggunaan knalpot brong.
Seluruh kendaraan yang terjaring razia dan menjadi barang bukti pelanggaran tersebut kini telah disita dan diamankan ke Markas Polres Pacitan untuk diproses lebih lanjut.
AKP Angga menegaskan bahwa operasi penindakan seperti ini tidak akan berhenti pada satu momentum saja.
Ke depan, Satlantas Polres Pacitan menargetkan agenda penindakan serupa digelar secara rutin setiap bulan demi memulihkan tingkat kepatuhan masyarakat di jalan raya.
“Giat dakgar ini akan saya rutinkan. Dalam sebulan pasti ada giat seperti ini karena kenyataannya masih banyak yang melanggar. Kami berharap masyarakat Pacitan memahami, ini bukan niat kepolisian untuk sekadar mencari-cari kesalahan, melainkan murni untuk meningkatkan ketaatan dan menekan angka fatalitas kecelakaan,” tegasnya.
Menyikapi tingginya rasio pelajar yang terjaring razia, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. AKP Angga secara khusus meminta dukungan penuh dari ekosistem pendidikan dan pengawasan internal keluarga.
“Kami memohon bantuan dari pihak-pihak terkait, utamanya orang tua maupun pihak sekolah, agar terus menyosialisasikan dan mengawasi anak-anaknya terkait pentingnya tertib berlalu lintas,” pungkas AKP Angga. (*)











