BeritaIDN, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan mengalokasikan anggaran Rp10,4 miliar untuk memperbaiki ruas Jalan Mentoro–Arjosari pada 2026. Perbaikan akan dilakukan melalui pelapisan ulang (overlay) aspal hotmix pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan, Suparlan, mengatakan ruas jalan yang ditangani memiliki panjang 4,4 kilometer dengan lebar bervariasi antara 3,5 hingga 5,5 meter.
“Jalan Mentoro–Arjosari ini aspal hotmix, itu nanti spot-spot yang rusak-rusak itu nanti kita perbaiki, itu overlay,” kata Suparlan.
Menurut dia, proyek tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026.
“Panjangnya yang ditangani 4,4 kilometer dan lebarnya ada yang 5,5 meter ada juga 3,5 meter dengan pagu Rp10,4 miliar dari DAK,” ujarnya.
Saat ini proses pengadaan masih berlangsung. Dinas PUPR menargetkan kontrak pekerjaan dapat ditandatangani pada akhir Juni sehingga pekerjaan fisik bisa dimulai awal Juli.
“Saat ini prosesnya sedang dalam tahap evaluasi penawaran dan pembuktian, nanti harapan saya akhir atau awal bulan depan sudah teken kontrak agar segera dimulai di lapangan,” jelasnya.
Jika tidak ada kendala, pekerjaan akan berlangsung selama 150 hari kalender.
“Akhir bulan ini insyaallah kita tandatangan kontrak dan awal Juli sudah mulai pekerjaan fisik,” katanya.
Suparlan berharap perbaikan jalan tersebut mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini terganggu akibat kondisi jalan rusak.
“Harapannya jalan itu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena selama ini dengan rusaknya jalan itu kan terganggu dan dampaknya luar biasa,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat dan pengguna jalan ikut menjaga kondisi jalan setelah proyek selesai dikerjakan. Perhatian khusus ditujukan kepada kendaraan pengangkut pasir agar tidak membawa muatan dalam kondisi terlalu basah karena dapat mempercepat kerusakan jalan.
“Termasuk pengguna jalan yang menyangkut pasir basah, harapan saya tidak dalam keadaan basah lewat situ, ya dikeringkan dulu minimal tidak ada tetesan-tetesan yang jatuh,” katanya.
Menurut Suparlan, perawatan bersama diperlukan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan lebih lama.
“Sehingga anggaran yang kita laksanakan itu bisa bermanfaat dan bisa berfungsi lama dan awet jalan kita itu,” pungkasnya. (*)












