Pantau Gizi Anak Cukup Lewat HP, Inovasi RSUD Pacitan Tembus Nominasi Jatim Jagad Award 2026

  • Bagikan
Ahli Gizi RSUD dr. Darsono Pacitan, Esti Setianingsih, saat memberikan sosialisasi dan pendampingan penggunaan aplikasi Agiz Anak Pinter kepada warga. Inovasi pemantau gizi digital ini berhasil masuk nominasi Jatim Jagad Inovasi Award 2026, Kamis (17/9/2026). (Foto: Dok. RSUD Pacitan)

BeritaIDN, PACITAN – Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan terus dipacu oleh RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Langkah progresif melalui peluncuran aplikasi “Agiz Anak Pinter” sukses mengantarkan rumah sakit pelat merah ini menembus nominasi ajang bergengsi Jatim Jagad Inovasi Award 2026.

Aplikasi berbasis Android yang digarap khusus oleh Instalasi Gizi RSUD dr. Darsono ini hadir sebagai solusi taktis bagi para orang tua. Melalui genggaman ponsel pintar, grafik tumbuh kembang dan akurasi status gizi anak kini dapat dipantau secara mandiri dari rumah.

Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, memaparkan bahwa lahirnya Agiz Anak Pinter berawal dari urgensi kemudahan akses layanan kesehatan, khususnya edukasi nutrisi dasar bagi masyarakat di era digital.

Baca juga :  Dinkes Pacitan Mulai Susun Master Plan Alih Status Puskesmas Ngadirojo

“Inovasi ini kami kembangkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh informasi terkait status gizi dan perkembangan anak,” ungkap Johan, Kamis (17/9/2026).

Aplikasi yang dapat diunduh secara gratis di platform Play Store ini membekali orang tua dengan instrumen kalkulasi medis yang dirancang interaktif dan ramah guna. Dua fitur krusial yang ditawarkan mencakup pengecekan status gizi anak secara presisi serta rekam jejak pemantauan tumbuh kembang berkala.

Hanya dengan memasukkan variabel data fisik anak secara berkala ke dalam smartphone, sistem akan langsung mendeteksi kondisi gizi sekaligus memberikan peringatan dini jika kurva pertumbuhan anak berada di bawah standar.

“Dengan adanya fitur pengecekan status gizi, orang tua bisa mendapatkan informasi mengenai kondisi gizi anak secara lebih praktis,” imbuhnya.

Baca juga :  Khofifah Optimistis, Sekolah Rakyat Cara Efektif Memutus Rantai Kemiskinan

Masuknya Agiz Anak Pinter ke dalam radar penilaian bergengsi tingkat Provinsi Jawa Timur ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan di wilayah pesisir selatan tak tertinggal oleh disrupsi teknologi. Johan memastikan bahwa sistem ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan demi menjangkau target pengguna yang lebih luas.

“Kami tentu berharap inovasi dari Instalasi Gizi ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memantau status gizi dan tumbuh kembang anak sedini mungkin,” pungkas Johan. (*)
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *