Pelebaran Jalan Provinsi Jalur Arjosari–Purwantoro Pacitan Berlanjut, Target Tuntas 2028

  • Bagikan
Proyek pelebaran jalan provinsi jalur Arjosari–Purwantoro yang melintasi kawasan Desa Nawangan, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Senin (2/11/2026). (Foto: UPT PJJ Pacitan for BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Dinas PU Bina Marga Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan melanjutkan proyek pelebaran jalan provinsi ruas Arjosari–Purwantoro melalui alokasi Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Dari total panjang ruas sekitar 46 kilometer, pengerjaan seluruh jalur tersebut ditargetkan tuntas pada 2028.

Kepala UPT PJJ Pacitan Dinas PU Bina Marga Jatim, Budi Harisantoso mengatakan, realisasi pelebaran jalur penghubung antarkabupaten tersebut saat ini telah melampaui 30 kilometer. Tambahan pengerjaan melalui P-APBD 2026 sedang berlangsung di lapangan untuk menuntaskan sekitar 2,5 kilometer ruas jalan.

“Yang sudah direalisasikan itu sudah di atas 30 kilometer dari 46 kilometer. Sisanya nanti tinggal P-APBD ini mungkin sekitar 2,5 kilometer. Berarti mungkin kalau ini tuntas bisa mencapai 35 kilometer,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Baca juga :  Dokter Datang Siang, Antrean Poli RSUD Pacitan Molor hingga Sore

Mengingat penyelesaian seluruh ruas tidak dapat dilakukan sekaligus, UPT PJJ Pacitan akan kembali mengusulkan alokasi anggaran pada tahun 2027 agar program pelebaran berjalan berkesinambungan.

“Selanjutnya nanti di tahun 2027 tetap kita usulkan untuk bisa dikerjakan, disediakan anggaran untuk 2027. Insyaallah pelebaran jalan Arjosari–Purwantoro jalan terus. Kalau target itu kita upayakan mudah-mudahan tahun 2028 sudah selesai, dengan catatan anggaran tersedia,” jelas Budi.

Imbauan Waspada Proyek dan Rawan Longsor

Selama pengerjaan fisik berlangsung di lapangan, Budi meminta para pengguna jalan untuk meningkatkan kehati-hatian dan memperhatikan rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi proyek.

Selain adanya aktivitas alat berat dan pekerja, kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan juga menjadi perhatian serius. Karakteristik geografis jalur Arjosari–Purwantoro maupun jalur Pacitan–Ponorogo yang didominasi medan pegunungan membuat kawasan tersebut rawan mengalami tanah longsor dan jalan licin.

Baca juga :  Ratusan Gerai Terbangun, Operasional Kopdes Merah Putih Pacitan Terkendala Verifikasi Pusat

“Kita tahu medan Pacitan, baik Arjosari–Purwantoro maupun Pacitan arah Ponorogo itu daerah pegunungan yang tentunya rawan longsor, jalan licin. Itu harus tetap berhati-hati di perjalanan. Terus menghindari perjalanan pada malam hari karena memang lebih gelap,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *