Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Pacitan Racik Kampung Pangan Lestari

  • Bagikan
RT 02 RW I Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, ditunjuk sebagai lokasi proyek percontohan program lumbung pangan lestari. (Foto: Prokopim Pacitan)

BeritaIDN, PACITAN – Lewat terobosan anyar bertajuk Program Kampung Pangan Lestari, Pemkab Pacitan mulai menyulap area sekitar rumah warga menjadi sumber bahan pangan mandiri, ladang cuan, hingga ruang pelestarian lingkungan berbasis gotong royong.

Sebagai langkah awal, RT 02 RW I Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, ditunjuk sebagai lokasi pilot project alias proyek percontohan.

Kawasan ini bakal menjadi role model sebelum nantinya direplikasi secara masif ke desa-desa lain di seluruh pelosok Pacitan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, mengungkapkan bahwa gerakan ini dirancang dari unit terkecil masyarakat untuk menjawab tantangan ketahanan pangan.

“Kampung Pangan Lestari adalah gerakan bersama untuk menghidupkan pekarangan menjadi sumber pangan, sumber penghasilan, sekaligus ruang pelestarian lingkungan,” jelas Yudo, Senin (3/8/2026).

Baca juga :  PMII Menagih Janji, Kepala Disparbudpora Mohon Maaf kepada Publik

Dari Pertanian Organik hingga Budidaya Maggot

Yudo menjelaskan, kekuatan utama program ini terletak pada keterpaduan 6 pilar utama yang saling mengunci dan ramah lingkungan.

Pertama, pertanian organik melalui pemanfaatan pekarangan untuk bercocok tanam menggunakan pupuk kompos mandiri.

Kedua, perikanan berkelanjutan dengan budidaya ikan lokal yang ditopang oleh pakan alternatif pakan hemat biaya berupa maggot.

Ketiga, peternakan terintegrasi, di mana limbah tanaman diolah jadi pakan ternak, lalu kotorannya diproses kembali menjadi pupuk organik.

Keempat, pengelolaan sampah berbasis sumber, yaitu memilah sampah rumah tangga menjadi pupuk, pestisida organik, hingga bernilai ekonomis lewat bank sampah.

“Seluruh komponen itu saling berkaitan. Ketika sampah dapat dikelola dengan baik, maka hasilnya dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian maupun perikanan,” terangnya.

Baca juga :  Santri Jonawi Pacitan Dilatih Budidaya Kambing Sejak Dini

Pilar kelima mencakup konservasi air dengan pembuatan lubang biopori, sumur resapan, dan penanaman vegetasi agar pasokan air untuk ekosistem pekarangan tetap terjamin.

Sedangkan pilar keenam alias yang paling krusial adalah partisipasi dan budaya gotong royong warga.

Yudo meyakini, kecanggihan sistem dan teknologi tidak akan membuahkan hasil tanpa rasa memiliki dari masyarakat setempat.

“Fondasi utamanya adalah budaya gotong royong. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif, rasa memiliki, dan kolaborasi seluruh masyarakat,” tegas Yudo.

Pemkab Pacitan optimistis, setelah konsep di Desa Sukoharjo ini matang dan berhasil, model Kampung Pangan Lestari akan langsung disebar ke berbagai wilayah dengan menyesuaikan potensi kearifan lokal masing-masing desa. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *