Pakai Aplikasi XStar, Nelayan Kecil Pacitan Dijatah 1.000 Liter BBM Subsidi Tiap Tiga Bulan

  • Bagikan
Fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) 58.635.01 yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Tamperan, Kabupaten Pacitan. Pengambilan kuota BBM subsidi bagi nelayan kecil kini diperketat menggunakan pindaian barcode aplikasi XStar guna memastikan distribusi pasokan tepat sasaran. (Foto: Dok. BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Perikanan memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan kecil di wilayahnya terdistribusi secara terukur dan tepat sasaran.

Rata-rata, setiap kapal nelayan kecil di Pacitan mendapatkan rekomendasi kuota BBM bersubsidi sebanyak 1.000 liter untuk periode tiga bulan.

Kepala Dinas Perikanan Pacitan, Nanang Hardwijono, menjelaskan bahwa besaran alokasi tersebut tidak dipukul rata secara serampangan, melainkan dihitung secara cermat berdasarkan data riil aktivitas penangkapan ikan masing-masing nelayan.

Untuk mengunci akurasi data tersebut, proses verifikasi dan pembatasan kuota diintegrasikan langsung melalui sistem digital aplikasi XStar milik PT Pertamina. Melalui sistem ini, nelayan wajib melaporkan rincian operasional, mulai dari jarak tempuh hingga jumlah perjalanan (trip) melaut dalam satu bulan.

“Kebutuhan BBM-nya itu akan terlihat di situ. Pembatasannya ada di aplikasi. Tergantung berapa trip mereka dalam sebulan itu melakukan kegiatan penangkapan ikan, nanti dari aplikasinya itu akan kelihatan berapa maksimal mereka boleh mengambil,” urai Nanang, Rabu (23/9/2026).

Baca juga :  Ramadan Pemicu Semangat Polisi di Pacitan Terus Bergerak Dukung Ketahanan Pangan

Untuk menebus jatah BBM tersebut, nelayan diwajibkan melakukan pemindaian barcode melalui aplikasi XStar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) setempat.

“Iya, kalau sekarang XStar namanya. Semacam MyPertamina untuk program seperti itu. Harus scan dulu, ada barcode-nya,” jelasnya. Di Pacitan, layanan pengisian ini difasilitasi oleh dua SPBN yang beroperasi di kawasan Tawang dan Tamperan.

Nanang merinci, kelompok prioritas penerima BBM subsidi ini adalah nelayan kecil yang menjadi binaan pemerintah daerah. Kategori ini mencakup nelayan tanpa perahu hingga pemilik armada di bawah 7 Gross Tonnage (GT). Secara teknis administratif, surat rekomendasi BBM ini diklasifikasikan ke dalam dua jenis ukuran armada, yakni kapal 0–5 GT dan kapal 5–30 GT.

Baca juga :  LPG 3 Kg di Pacitan Sulit Didapat, Ini Biang Keroknya

Secara demografis, Dinas Perikanan mencatat keberadaan 107 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Pacitan.

“Sebagian besar KUB ini terkonsentrasi di tujuh kecamatan wilayah pesisir, sedangkan sisanya bergerak pada sektor perikanan perairan umum seperti sungai dan waduk,” papar Nanang.

Terkait ketahanan pasokan, Nanang menggaransi bahwa distribusi BBM subsidi di pesisir selatan Pacitan saat ini berjalan lancar. Pihaknya secara rutin mengajukan rekapitulasi kebutuhan kuota kiloliter kepada instansi terkait di setiap awal tahun untuk memastikan ketersediaan pasokan.

“Insyaallah tidak ada (kelangkaan) dan mudah-mudahan tidak ada lah ya,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *