Bangga Kopi Pacitan, Komitmen Bersama Mengangkat Kopi Lokal

  • Bagikan
Sekda Pacitan Heru saat melihat pengorengan kopi untuk menjaga citra rasa yang asli (Foto: Prokopim)

PACITAN-Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama para pemangku kepentingan menandatangani Komitmen Bersama Bangga Kopi Pacitan. Langkah ini menjadi upaya untuk mengangkat potensi kopi lokal sekaligus memperluas penggunaannya di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintahan, perkantoran, kedai kopi, tempat usaha hingga beragam kegiatan masyarakat.

Penandatanganan komitmen tersebut dilakukan secara simbolis dalam Festival Kopi Pacitan yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian (Dikuperin) bersama PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan.

Komitmen ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari petani dan pengolah kopi, pelaku UMKM, pemilik kedai kopi, barista, komunitas UMKM kopi, pemerintah daerah, perguruan tinggi hingga mitra usaha.

“Kalau ada kopi Pacitan, mengapa harus memilih kopi dari daerah lain?” ujar Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho saat membacakan sambutan mewakili Bupati Pacitan. Jumat (9/10/2026).

Baca juga :  Bupati Pacitan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI dari Dalam Goa Luweng Ombo

Menurut Heru, komitmen bersama tersebut merupakan wujud tekad untuk meningkatkan penggunaan kopi lokal. Ia berharap kopi Pacitan semakin banyak disajikan di lingkungan birokrasi, perkantoran, kegiatan pemerintahan, hotel, restoran, kedai kopi, pusat oleh-oleh wisata hingga berbagai kegiatan masyarakat.

Dengan begitu, kopi Pacitan tidak hanya menjadi produk lokal, tetapi juga memiliki ruang lebih luas untuk berkembang dan bersaing di pasar.

“Dengan komitmen bersama ini, kita berharap kopi Pacitan semakin dikenal dan dicintai masyarakat, memiliki identitas dan branding yang kuat sehingga ke depan memiliki pasar yang luas,” kata Kepala Dikuperin dan PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan, Muhammad Ali Mustofa.

Festival Kopi Pacitan menjadi ajang pertemuan para pelaku dan pegiat kopi dari hulu hingga hilir. Berbagai kegiatan digelar untuk mendorong kreativitas, memperluas jejaring usaha, sekaligus memperkenalkan cita rasa kopi lokal kepada masyarakat.

Baca juga :  Pemkab Pacitan Siapkan Rp3 Miliar DBHCHT 2026 untuk 6.016 Penerima

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Pacitan Fun Brewing Competition, kompetisi akustik, bazar UMKM dan gabungan kelompok tani (gapoktan) kopi, kompetisi meracik kopi antar kepala organisasi perangkat daerah (OPD), seduh 1.000 cangkir kopi Pacitan, serta rembuk kopi Pacitan.

Melalui gerakan Bangga Kopi Pacitan, pemerintah daerah bersama para pelaku usaha berharap kopi lokal semakin mendapat tempat di daerah sendiri, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku UMKM kopi lokal.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *