Waktu Dekat, Pemkab Pacitan Kaji 3 Usulan Proyek Setrategis Penghubung Antar Wilayah

  • Bagikan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Pacitan, Muhammad Chusnul Fauzi (Foto: dok. Berita IDN)

PACITAN-Dalam waktu dekat, Pemkab. Pacitan bakal membahas 3 prioritas usulan yang  di kerucutkan menjadi 1 paket titik fokus, yang akan kembali diajukan kepada Pemerintah Pusat.

Dari tiga sektor yang menjadi perhatian, yakni jalur darat, laut, dan udara, konektivitas darat berpeluang menjadi prioritas.

Tiga usulan yang selama ini didorong Pemkab Pacitan meliputi pembangunan bandara perintis, Pelabuhan Gelon, serta pengembangan konektivitas darat berupa kelanjutan Jalan Lintas Selatan (JLS), jalan tol, dan kereta api.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Pacitan, Muhammad Chusnul Fauzi, mengatakan Pemerintah Pusat meminta Pemkab Pacitan melakukan kajian untuk menentukan usulan pembangunan yang paling prioritas.

Menurut dia, permintaan tersebut disampaikan setelah Pemkab Pacitan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait sejumlah rencana pembangunan infrastruktur strategis di Pacitan.

“Di anggaran PAK ini kami akan melakukan kajian mana yang akan menjadi prioritas,” kata Chusnul. Senin (14/9/2026).

Kajian tersebut nantinya menjadi dasar bagi Pemkab Pacitan untuk kembali mengusulkan program pembangunan kepada Pemerintah Pusat. Pemkab berharap usulan yang telah melalui kajian dapat segera mendapatkan tindak lanjut dan direalisasikan.

Baca juga :  Sinergi Dua Pemerintah: Madiun Sepakati Revisi Batas Wilayah

“Harapannya nanti tentu bisa direalisasikan dari usulan nanti. Namun, apapun nanti mana yang diputuskan oleh Pusat, kami menerima,” ujarnya.

Chusnul mengatakan kajian tidak semata-mata mempertimbangkan aspek teknis pembangunan. Pemerintah daerah juga akan melihat dampak sosial serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Pertimbangan tersebut penting karena pembangunan infrastruktur konektivitas di Pacitan diharapkan tidak hanya membuka akses, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan potensi daerah.

“Insya Allah di PAK ini kita akan mempertimbangkan aspek sosial dan lain-lain. Mungkin mana yang lebih prioritas untuk Pacitan ke depannya, itu yang menjadi usulan prioritas,” katanya.

Dari sejumlah opsi yang dikaji, Chusnul menyebut konektivitas darat berpeluang menjadi prioritas. Infrastruktur yang dimaksud mencakup kelanjutan JLS, pembangunan jalan tol, hingga rencana pengembangan jalur kereta api.

Pilihan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Pacitan saat ini, terutama untuk memperkuat konektivitas dengan daerah lain.

Akses darat yang semakin baik diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas di berbagai sektor.

Baca juga :  MBG hingga Pemadaman Listrik Jadi Sorotan dalam Aksi PMII Pacitan

“Ketika pusat melihat bahwa Pacitan itu ditetapkan sebagai kawasan afirmasi lambat tumbuh, harapannya potensi-potensi yang ada itu bisa dikembangkan dengan intervensi. Salah satunya bagaimana mempermudah konektivitas antara kabupaten lain dengan Pacitan,” tutur Chusnul.

Bagi Pacitan, persoalan konektivitas menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah. Kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Timur itu memiliki potensi pariwisata, perikanan, pertanian, hingga sektor ekonomi lainnya yang membutuhkan dukungan akses transportasi.

Karena itu, hasil kajian nantinya diharapkan mampu menentukan infrastruktur mana yang memberikan dampak paling besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Pemkab Pacitan menargetkan kajian tersebut rampung pada akhir 2026. Hasilnya akan menjadi bahan untuk menentukan skala prioritas sebelum kembali diajukan kepada Pemerintah Pusat.

Dengan demikian, tiga usulan konektivitas udara melalui bandara perintis, laut melalui Pelabuhan Gelon, serta darat melalui JLS, jalan tol dan kereta api tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan Pacitan.

Namun, berdasarkan kebutuhan dan kondisi saat ini, jalur darat menjadi salah satu opsi yang paling kuat untuk didorong sebagai prioritas.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *