BeritaIDN, PACITAN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pacitan mendorong penguatan inovasi kader dalam puncak “Pekan Karya Inovasi PKK dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026” di Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa (9/6/2026).
Ketua TP PKK Kabupaten Pacitan, Efi Indrata Nur Bayuaji, mengatakan momentum HKG ke-54 menjadi pengingat penting bagi seluruh kader untuk terus memperkuat peran PKK dalam mendukung pembangunan keluarga di daerah.
“Momentum HKG PKK ini menjadi penguat semangat kita semua untuk terus bergerak bersama,” ujar Efi saat memberikan sambutan.
Menurut dia, gerakan PKK tidak cukup hanya berjalan secara administratif, tetapi juga perlu disertai kreativitas dan inovasi agar program yang dijalankan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Efi menekankan, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK harus tetap menjadi fokus utama seluruh kader di lapangan. Program tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam pemberdayaan keluarga di tingkat desa maupun kelurahan.
“Seluruh kader PKK harus tetap fokus menjalankan 10 Program Pokok PKK agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Selain memperkuat program dasar, Efi juga mendorong kader untuk terus mengembangkan ide dan inovasi dalam setiap kegiatan pemberdayaan.
“Inovasi sangat penting agar program PKK tidak hanya berjalan, tetapi juga berkembang sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia berharap sinergi antara kader PKK, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terus diperkuat agar program pemberdayaan keluarga berjalan lebih optimal.
“Dengan kerja sama yang baik, saya yakin program PKK akan semakin maju dan memberikan dampak nyata bagi keluarga di Pacitan,” tegasnya.
Puncak kegiatan HKG PKK ke-54 ini diisi dengan sejumlah agenda, mulai pemutaran video sejarah PKK, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK, hingga pengumuman hasil lomba inovasi antar kelompok kerja (Pokja).
TP PKK Kabupaten Pacitan juga memberikan penghargaan kepada kader yang telah mengabdi selama 15 tahun sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam mendukung gerakan pemberdayaan keluarga.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan seluruh peserta yang hadir. (*)












